Penghargaan Satyalencana
Dua Dosen Informatika Fakultas Teknik Universitas Khairun Raih Penghargaan Satyalencana pada Hardiknas
Ternate β Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi momen istimewa bagi Fakultas Teknik Universitas Khairun. Dua dosen dari Program Studi Informatika. 1.Ir.Amal Khairan.,ST.,M.EngIPM, ASEAN Eng dan 2. Rosihan,ST.,M.CsΒ berhasil meraih penghargaan bergengsi Satyalencana sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara resmi Hardiknas yang berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Satyalencana merupakan tanda kehormatan dari pemerintah yang diberikan kepada individu yang telah menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, serta disiplin tinggi dalam menjalankan tugasnya.
Kedua dosen yang menerima penghargaan ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang teknologi informasi dan informatika. Selain aktif dalam kegiatan pengajaran, mereka juga dikenal produktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta berperan dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Rektor Universitas Khairun dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas pencapaian tersebut. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan kontribusi dalam dunia pendidikan.
βPenghargaan ini bukan hanya kebanggaan bagi individu yang menerima, tetapi juga bagi institusi. Ini menunjukkan bahwa dosen-dosen kita memiliki kualitas dan dedikasi yang diakui secara nasional,β ujarnya.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengangkat tema pentingnya transformasi pendidikan dalam menghadapi tantangan global. Dengan diraihnya penghargaan ini, diharapkan semangat untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di Maluku Utara, semakin meningkat.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar dunia pendidikan Indonesia terus berkembang serta mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi era digital.