Lokakarya Kurikulum Prodi Informatika Fakultas Teknik Universitas Khairun Bahas Penyesuaian Kurikulum Berbasis OBE
Ternate – Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Lokakarya Kurikulum sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan dan penyesuaian kurikulum terhadap perkembangan teknologi informasi, kebutuhan industri, serta kebijakan pendidikan tinggi terkini. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, alumni, pengguna lulusan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan informatika di Maluku Utara.
Lokakarya tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum Prodi Informatika agar selaras dengan kebijakan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, pendekatan Outcome Based Education (OBE), serta kebutuhan dunia kerja yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan (Cloud Computing), keamanan siber (Cyber Security), dan transformasi digital. Upaya penyelarasan kurikulum dengan regulasi nasional juga sejalan dengan agenda pengembangan kurikulum yang terus dilakukan di lingkungan Universitas Khairun.
Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum merupakan instrumen utama dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Oleh karena itu, kurikulum perlu ditinjau secara berkala agar mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan era masyarakat digital. Wakil Dekan I menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam proses penyusunan kurikulum. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan alumni sangat penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
“Pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu membentuk lulusan yang memiliki keterampilan praktis, kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri teknologi informasi yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan berbagai masukan terkait profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur mata kuliah, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, dibahas pula pentingnya peningkatan porsi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), magang industri, sertifikasi kompetensi, dan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah kepulauan.
Lokakarya ini juga menjadi momentum untuk memperkuat visi Prodi Informatika sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. Mahasiswa Informatika diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi digital yang memberikan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat dan pemerintahan. Hal ini sejalan dengan dorongan Universitas Khairun agar mahasiswa Informatika memiliki kompetensi dalam pengembangan teknologi digital dan penerapan sistem berbasis elektronik untuk mendukung pembangunan daerah.
Melalui kegiatan lokakarya ini, Prodi Informatika Fakultas Teknik Universitas Khairun berharap dapat menghasilkan dokumen kurikulum yang lebih adaptif, relevan, dan berdaya saing, sehingga mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital pada tingkat regional, nasional, maupun global.