Dosen Informatika Berperan Tingkatkan Literasi AI bagi ASN di Kota Ternate
Dosen Informatika Berperan Tingkatkan Literasi AI bagi ASN di Kota Ternate
TERNATE β Program Studi Informatika kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan literasi digital masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintahan. Salah satu dosen Informatika, Ir. Amal Khairan, S.T., M.Eng., ASEAN Eng., berperan sebagai tenaga pengajar dalam kegiatan Government Transformation Academy (GTA) Tema Pemanfaatan AI di Pemerintahan Batch 4 Kelas B Kota Ternate Tahun 2025.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan secara luring pada 15β18 Desember 2025 di SMP Negeri 6 Kota Ternate. Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD di Provinsi Maluku Utara dan seluruh peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti rangkaian pembelajaran serta evaluasi akhir.
Keterlibatan dosen Informatika dalam kegiatan ini menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi digital masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, kampus tidak hanya berperan dalam pendidikan formal di ruang kuliah, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu aparatur pemerintah memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence secara produktif.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar AI, perkembangan AI dari waktu ke waktu, jenis-jenis AI, serta etika penggunaan AI. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pemanfaatan AI untuk berbagai kebutuhan kerja pemerintahan, seperti chatbot, transkrip dan pendamping rapat, manajemen tugas, penjadwalan, penulisan dan penyuntingan, riset, pembuatan gambar, video, audio, hingga presentasi.
Ir. Amal Khairan menyampaikan bahwa peningkatan pemahaman AI bagi aparatur pemerintah menjadi kebutuhan penting di era transformasi digital. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung kualitas layanan publik apabila digunakan secara tepat dan etis.
βPemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan perlu dipahami tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi etika dan manfaatnya dalam mendukung pekerjaan ASN. Kampus memiliki tanggung jawab untuk ikut memperluas pemahaman ini kepada masyarakat,β ujarnya.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengikuti praktik sesuai arahan yang diberikan. Berdasarkan evaluasi, 24 peserta berhasil memperoleh nilai di atas ambang batas kelulusan. Capaian ini menunjukkan bahwa materi AI dapat dipahami dan diterapkan oleh peserta, terutama ketika disampaikan melalui pendekatan teori, demonstrasi, dan praktik langsung.
Melalui keterlibatan ini, Program Studi Informatika menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital, tidak hanya melalui kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Peran dosen dalam pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata kampus dalam meningkatkan pengetahuan AI di masyarakat, khususnya pada sektor pemerintahan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak aparatur pemerintah untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat
Β